Sepi untuk ramai hati

Standar

  Ibarat bulan tapi tiada bintag, itulah kehidupanyang tanpa ada siapa – siapa yang di namakan sendiri tanpa teman. Tiada tmpat menyapa dan beramah tamah, bercanda serta berkata – kata. Ibarat ikan di dalam aquarium yang sendiri, tak dapat teman untuk bercanda, ruang terasa terbatas walau makanan melimpah. Kesepian ini juga ada pada diri manusia yang hatinya sedang dalam kehempitan.
  Hati manusia itu adalah surga dan nerakanya dunia, hanya kita yang tau dan merasakan. Bila hati ini lapang, gembira, dan memiliki iman itulah surga yang ada di duia. Namun, apabila hati ini selalu gundah, resah dan was – was itulah neraka dunia. Segala sesuatu yang membuat hati ini tidak nyaman itulah tanda – tanda neraka. Lain hal dengan suatu cobaan, yang memerlukan pemikiran yang dalam. Namun, hati selalu lapang dan tenang itulah kekuatan syurga yang selalu ada di dalam hati.
  Syurga di dunia bukanlah di ukur dengan kekayaan, kepintaran, dan pangkat yang tinggi. Neraka uga bukan hanya cobaan yang selalu menimpa kita. Renungkannlah bahwa surga dan neraka adalah hati kita dalam keadaan senang atau was – was. Surga dunia itu adalah iman dan pengetahuan yang dalam. Ilmu yang bermanfaat. Nerka adalah hati ang selalu kikir akan nikmat dan tidak pernah bersyukur.2014-02-23 15.53.04
  Sepi atau tidak itu tergantung hati kita yang merasakan, sendiri bukan berarti harus kesepian, tiada bintang bukan berarti juga sepi, aquarium juga bukan berarti tak nyaman. Bekulh hati dan pandangan kita untuk lebih dalam kedalam hati kita untuk merasakan keimanan itu.
  Keimanan akan memandang lebih dalam perasaan hati dan jauh lebih halus jalan yang di rasakannya. Bulan tidak sendiri ketika tiada bintang, kalo hati yang berbicara maka bulan tidak sendiri sebab yang menyinari bulan sehingga terlhat oleh pandangan dan indah di rasakan adalah karena matahari yang selal memberikan sinarnya, artinya tidak sendirilah sebearnya bulan itu. Dan ikan di dalam akuarium bukan berarti tak memiliki kebebasan, seenarnya keianan hati akan mengatakan bahwa belum tentu kita akan merasakan nyaman di luar sana. Di mana kita berada dan keadaan apapunitu yang terpenting adalah hati kita yang selalu dalam kelapangan dan keimanan. Jadi tiada sepi itu dan tiada kesendirian serta tiada tempat yang membuat kehimpitan. Wassalam,,,,

Maju dengan do'a

Maju dengan do’a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s