go to action or no,,,,,,!

Standar

Mencoba
Siang ini adalah hari jum’at saya duduk di atas teras dengan mencoba menulikan apa yang sekarang berada dalam pikiiranku. Seriang di katakana terkadang manusia mempunyai ide yang jernih dan menarik yang dapat dijadikan sebagai pelajaran. Namu tidak sedikit juga yang pergi begitu saja ide-ide yang dating pada diri manusia itu sendiri. Wah,,,,! Saying sekalikan, jadi teman – teman mumpung kita memiliki ide itu ayo kita tulis dan kita gerakkan tangan kita untuk memegang pulpen dan menggoreskannya di atas kertas yang putih dan suci itu, mari kita berikan kehidupa sesutau yang baik dan dapat menjadi pelajaran bagi semua orang paling tidak bagi diri sendirilah,,!.
Mencoba adalah aktifitas seseorang yang dilakukan dengan rasa yang ragu – ragu karena sebelumnya belum pernah mencobanya. Namun, dengan mencoba kita akan tahu hal tersebut dan kita merasakannya sehungga kita tahu sebatas mana kemampuan kita dalam perbuatan yang tak pernah kita lakukan. Sekarang kita akan menuliskan sejarah baru dalam kehidupan kita denga mencoba atau melakukan hal yang tidak pernah kita lakukan. Mencoba adalah kita melakukan hal yang tidak kita bisa menjadi bisa apabila kita tetap pada pendirian dan mau melakukan perbuatan tersebut berulang kali dan tidak mudah putus asa, ulet dan teguh anti paengaruh,,,ha hahahaha,,,!.
Saya sekang mencoba menceritakan kejadian yang saya alami selama berorganisasi di Menwa (Komando Resimen Maha Siswa), saya akan menuliskan pengalaman yang saya lakukan di organisasi itu, mulai dari masuk Menwa, pendidikannya, pelajaran yang di peroleh di organisasi itu, panutan yang memotivasi, Implementasi dalam kehidupan, dan yang teraksih adalah cinta,,,,(love for she or organization).
Pertama, Saya masuk menwa tahun 2009 dan saya pra pendidikan tahun 2010, sebelumnya saya tidak begitu mengetahui tentang organisasi menwa. Pertamakali saya di bawa oleh teman yang kurang begitu akrab namanya Fatur Rahman jurusan Ekonomi Islam, di menawarkan kepada saya untuk meu ikut dalam organisasi Menwa, wah,,,, boro2 padahal sebelumnya gak tau, dalam hati tergetak untuk mnyetujuinya, yach,,,, akhirnya saya mau dengan tawaran tersebut. Kemudian saya melengkapi persyaratan – persyaratan yang ada, dan sampailah pada pra-pendidikan.
Saya menyiapkan formulir yang disertai dengan materai “wah terlintas dalam hati seperti militer saja pikirku” akhirnya saya menjadi tertantang. Persiapan selesai dan selanjutnya adalah wawancara, cek kesehatan, menyanyikan lagu Indonesia raya. Waktu pendidikan dimulai kami semua berjumlah 14 orang Camen (Calon Resimen), 12 laki – laki dan 2 orang perempuan. Kami dibekali materi kebangsaan diwaktu pembukaan. Dan selanjutnya kami di bina fisik, mental, serta materi – materi kebangsaan dan manajemen serta yang lainnya. Pendidikan materi di lakukan setiap hari sabtu, dan pendidikan fisik dan mental hari minggu. Pendidikan berjalan selama 2 bulan. Selama 2 bulan itu juga kami menjadi orang yang banyak berpengaetahuan dengan berbagai pelajaran yang tidak pernah didapat di bangku kuliah, pembinaan kedisiplinan, kecepatan, tepat tanggap, serta keberanian dalam bersikap, sehat fisik , sehat mental, berani membela Negara, memiliki jiwa Nasionalisme, kebersamaan dan persaudaraan yang tinggi.

Maju itu benar tidak gentar itu kemenangan


Pada waktu itu Komandannya adalah Dan Al-Amin. Beliau adalah mahasisiwa IAIN jurusan Pelajaran Bahasa Inggris. Selama kami pra-pendidikan beliau tidak ada karena beliau berada dalam Kegiatan KKN yang sudah menjadi kewajiban seorang mahasiswa yang sudah semester Tua ha ha ha ha……!.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s